4088879855

Yuk kita lanjut Review nya, masih di Jatim Park 3 yang memang sangat Nge Hitz itu ada wahana Baru,  namanya: The Miracle Aneh tapi nyata

Karena bini gw dapet info kalo Wahana ini lagi ada diskon, tanpa pikir panjang langsung deh kita samperin ke sini. Letaknya ada di Lantai 2 Jatim Park 3, tinggal naik elevator aja. Setelah bayar tiket harga diskon (20 rb an) langsung deh kita masuk.

Waitomo Cave

Ini adalah Zona Pertama yang kita lewatin, kabarnya Zona Waitomo Cave merupakan replika dari goa di Selandia Baru. Di mana goa itu yang di atasnya atau langit-langit terdapat cacing-cacing yang menimbulkan cahaya berwarna biru, tapi entah karena goa nya yang terlalu pendek atau kita pas gak merhatiin, jadi gak ngeliyat cacing- cacingnya (hehehe) soalnya ada yang kelihatan seru di depan yaitu Zona Disaster

Zona Disaster

Di Zona Disaster dijelaskan Bencana Alam terdahsyat di dunia. Mulai dari tsunami terbesar yang terjadi di Aceh dan Jepang. Banjir terhebat, gempat terdahsyat yang ada di mana saja yamg menelan korban jutaan orang. kejadian itu divisualisasikan dengan berbagai macam film dan video.

Di sana juga disuguhkan replika gunung Tambora. Mengapa dipilihnya gunung ini? Sebab gunung itu  meletusnya paling dahsyat. Dan pengunjung juga bisa swafoto disini, lumayan bagus spotnya.

Nah pas sampai disini ini lah anak ku mulai nangis, weeeww.. wahana ini memang tidak kids friendly ya, jadi saran saya jangan bawa anak kecil kesini, klo yang tipe gampang panik seperti anak saya pasti jadi ribet deh, untung ada neneknya yang sukarela mau jagain (mertua teladan).

Simulator Twister

Usai mengunjungi zona disaster, pengunjung diajak memasuki simulator rumah badai selama 1,5 menit dengan teknologi 4 dimensi dengan mengenakan kacamata. Di mana pengunjung diajak adu nyali adrenalin dibawa ke suatu tempat seakan-akan merasakan badai petir secara nyata. disini kita gk sempet foto-foto, tapi badai petirnya menurut saya kurang berasa, meskipun sudah ditambah dengan efek cipratan air.

The Magical Garden

Zona selanjutnya pengunjung diajak menjelajahi The Magical Garden dengan menemui Princess Wonderland yang banyak bercerita tentang keanehan binatang, tanaman, dan buah-buahan.

Di sini pengunjung dapat juga berswafoto dengan kostum kartu secara gratis di area taman yang ajaib di antara jamur-jamur raksasa, cukup bagus spot spot foto disini, ada pula spot romantis yang bisa digunakan foto dengan pasangan.

Journey to Galaxy

Usai melintasi zona The Magicial Gadern, pengunjung diajak ke Journey to galaxy merasakan sensasi luar angkasa dengan layar yang cukup besar.  Selama dua menit lamanya.

Disini kita juga gk sempet ambil foto, zona ini berasa kurang menggigit, kita disuruh naik kursi dan kursinya juga berguncang guncang mengikuti gambar di layar monitor nya, hanya saja goncangannya kurang berasa.

The Ancient Temple

Setelah itu ke Zona The Ancient Temple suku maya. Di sini pengunjung akan merasakan sensasi mendebarkan memulai petualangan menghindari jebakan-jebakan ala Indiana Jones di Ancient Temple Suku Maya Kuno, dan ada games sederhana untuk memilih tombol yang tepat untuk membuka pintu.

Zona ini cukup bagus, dan kita terhibur dengan desain temple dan labirin ala suku maya nya, klo mau swafoto disini juga bagus.

Replika Kapal Selam

Kemudian ada juga petualangan di bawah Laut dengan replika kapal selam. Dalam mencari kota-kota di dunia yang tenggelam hilang dengan submarine sambil menikmati keindahan alam biota laut dalam. Zona ini juga cukup bagus buat swafoto, meskipun ya itu tadi pencahayaannya always temaram, hehe.

The Most Unique

The Most Unique adalah Zona yang terakhir, kita disuguhkan dengan patung manusia teraneh di dunia. Dengan informasi tentang segala tingkah polahnya yang aneh. Mulai  manusia terkecil, manusia berjenggot, manusia bertato terbanyak, manusia tertinggi 2,25 meter.  Silahkan swafoto sepuasnya di tempat ini.

Kesimpulan:

  • Untuk harga 20rb an Zona nya cukup banyak jadi ya lumayan lah, mungkin bisa saya kasih skor 6.5
  • Bukan Zona buat anak – anak dibawah 5 tahun, terutama yang cukup sensitif seperti anak saya, bisa ngamuk deh anaknya + nangis kejer ketakutan
  • Overall pencahayaannya temaram, jadi klo mau swafoto dengan hasil maksimal, siapin kamera yang bagus + settingannya ya (saya cuman pake Redmi note 5 dan hasilnya menurut saya kurang memuaskan)

(Reviewed By: Ricky Stevanno)

 

 

 

Kampung Ciptagelar, Sukabumi

Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar atau lebih dikenal dengan Kampung Ciptagelar merupakan kampung adat yang ada di Sukabumi.

Kampung ini memiliki bentuk rumah khas dan berbagai tradisi yang masih dipertahankan oleh masyarakatnya setempat hingga saat ini.

Di kampung adat ini, kamu bisa merasakan kehidupan di pedesaan dengan menginap di rumah warga, dengan tarif seikhlasnya.

Lokasi: Sukamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

possibleness

Berburu indahnya matahari terbit di kawasan Bromo Tengger, Jawa Timur jadi agenda wisata yang sayang untuk dilewati saat berada di sana. Salah satu tempat terbaiknya berada di bukit-bukit kawasan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, karena yang terdekat menuju Gunung Bromo. Suasana dingin yang menggigit di tengah kegelapan malam menjadi sensasi tersendiri berburu indahnya matahari terbit. Perjalanan yang cukup jauh, medan yang khas, dan berbagai tantangan lain harus disiapkan oleh wisatawan saat ke sana. Ikuti tipsnya di bawah ini:

1. Persiapan Dini Hari Agar tidak terlambat melihat momen matahari terbit, tentunya Anda harus memperhitungkan waktu dan jarak tempuh. Desa terakhir sebelum masuk hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ialah Desa Wonokitri. Jika di bulan-bulan April, matahari terbit sekitar pukul 05.00, baiknya Anda sampai di desa terakhir sebelum 03.20, dan sampai di gerbang masuk TNBTS maksimal pukul 03.30. Pasalnya, jika lebih dari itu wisatawan sudah mulai memenuhi jalan-jalan, alhasil kendaraan jeep Anda pun perlu mengantre lama. Jika sudah macet cukup lama, solusinya ialah naik ojek, atau trekking berjalan kaki ke puncak-puncak pengamatan matahari terbit.
2. Persiapan Alat Suhu dingin yang cukup ekstrem akan Anda rasakan ketika memasuki TNBTS. Di atas ketinggian sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut itu suhu bisa mencapai 10 derajat celcius. Belum lagi embusan angin yang dingin bertiup. Untuk itu, Anda bisa mempersiapkan jaket tebal, penutup kepala seperti kupluk, atau wind breaker lainnya. Sarung tangan juga penting, saat sudah mencapai puncak-puncak tempat pengamatan matahari terbit. Bagi yang tidak bawa, Anda bisa menyewa atau membeli alat-alat tersebut. Seperti sewa jaket tebal di puncak Pananjakan seharga Rp 20.000, lalu sarung tangan, syal, dan kupluk masing-masing dijual Rp 15.000.
3. Antisipasi Mabuk Jalan menuju Puncak Pananjakan yang berkelok-kelok berpotensi membuat wisatawan rawan mabuk, apalagi bagi yang duduk menyamping di belakang jeep. Bambang salah satu operator jeep di Tengger menyarankan bagi yang rentan mabuk, lebih baik duduk di depan. Namun, menurutnya tergantung kecakapan supir dalam mengemudi, jika baik maka tidak membuat mual. “Di kursi depan memang saya utamakan buat yang rentan mabuk, kalau nggak biasa duduk nyampig di belakang dengan jalan kelok-kelok emang bikin mual,” kata Bambang.
4. Tips Waktu Kunjungan yang Tepat Pemandu wisata di Tengger menyarankan untuk kunjungan khusus melihat matahari terbit yang terbaik ialah di musim kemarau, yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan puncaknya pada September. Jika sudah masuk musim hujan, selain dikhawatirkan hujan, juga presentase kabut lebih banyak menutupi indahnya matahari terbit.